Kamis, 13 Mei 2010

Akhlak terpuji

I. PENDAHULUAN
Modul penggalan satu ini memuat materi “Berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti” SKM modul penggalan satu ini dan yang seterusnya adalah 70, nilai 70 ini merupakan prasarat untuk melanjutkan modul dua. Dengan menguasai materi ini secara tuntas daharapkan siswa dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

II. PRASYARAT
Untuk menguasai (memahami) modul pertama ini siswa disaratkan sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil dan mampu menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar.

III. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Petunjuk bagi siswa :
1.Berwudhu’lah terlebih dahulu
2.Bacalah modul ini dengan seksama sampai faham, kalau belum faham tanyakan pada gurumu.
3.Buatlah kelompok dalam kelas 4 – 6 orang tiap kelompok.
4.Diskusikan isi modul ini dengan temanmu.
5.Siapkan Al – Qur’an.
6.Lakukan tugas – tugas yang diperintahka dalam modul ini.
Petunjuk bagi guru :
1.Membantu siswa dalam memahami konsep.
2.Membimbing siswa dalam membaca A l- Qur’an.
3.Mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
4.Menunjukkan sumber belajar lain yang di perlukan.
5.Mengorganisir kesulitan belajar kelompok.
6.Melakukan penilaian.
7.Mencatat kemaajuan belajar siswa.
8.Menyediakan program remidi.
9.Membantu siswa merencanakan pembelajaran selanjutnya

IV. TUJUAN AKHIR PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan mampu :
Memahami pengertian berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti
Mempraktekkan berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti

V. KOMPETENSI
A. Standar kompetensi : Menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari hari.

B. Kompetensi dasar : Siswa mampu berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti
C. Indikator :
Menjelaskan pengertian, berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti;
Membaca dalil naqli dan aqli tentang berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti;
Mempraktekkan sifat berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti;
Menjelaskan tentang fungsi berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar, tawakkal, tawadhu’ taat, qanaah dan teliti dalam kehidupan.

C.Cara mempelajarinya :
Mengambil wudhu’terlebih dahulu.
Membaca dengan benar sesuai dengan tajwidnya.
Berdoalah agar ilmu yang diperolah bermanfaat

E. Waktu : 6 x 45 Menit



F. Sumber bahan ajar :
Al – Qur’an dan terjemah
Buku penujang PAI
Modul

VI. RENCANA PEMBELAJARAN
Isilah kolom ini sesuai dengan rencana belajarmu untuk mengusai materi ini !
Tanggal
Jenis kegiatan
Tempat
Rencana waktu belajar
Target pencapaian

















































VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN

AKHLAK TERPUJI: BERHATI LEMBUT, SETIA,
KERJA KERAS, TEKUN, ULET, SABAR,TAWAKAL, TAWADHU’, TAAT, QANAAH, & TELITI


A.BERHATI LEMBUT
Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah banyak memberikan contoh kepada umatnya. Beliau sebagai teladan yang sempurna, mulia dihadapan Allah SWT dan umatnya, berhati lembut, setia, kerja keras, tekun, ulet, sabar dan tawakal, tawadhu’, taat, qanaah, & teliti.
Bagaimana Rasulullah SAW menampilkan kepribadiannya itu? Sebagian penjelasan dapat kamu simak pada uraian berikut!
1.Pengertian berhati lembut
Berhati lembut adalah suasana hati yang dapat menampilkan sikap penuh kasih sayang, bertutur kata yang halus, tidak menyakiti hati orang lain, pemaaf dan tidak suka mendendam kepada orang lain yang menyakiti hatinya. Semua dilakukan secara tulus tanpa dibuat-buat. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan Allah dalam kejadian Rasulullah SAW yang pernah disakiti oleh umat yang tidak menaati perintahnya. Kejadian itu diabadikan Allah SWT dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 159 berikut ini:
                                  

Artinya:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dari ayat di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa Rasulullah SAW telah menerima perlakuan dari para sahabatnya yang tidakmau menaati perintahnya. Beliau tetap berhati lembut, tidak kasar, bahkan memohonkan ampunan kepada Allah SWT terhadap kesalahan mereka. Sikap seperti ini yang patut kita teladani. Kita mungkin juga pernah menerima perlakuan demikian dari teman, saudara, atau orang lain. Kita juga harus bersikap seperti Rasulullah SAW, yaitu berusaha tetap baik dan memaafkan perlakuan itu. Rasulullah SAW juga telah memberi contoh sikap yang terpuji ketika terjadinya pembebasan kota Makkah. Beliau dengan penuh kelembutan memaafkan orang-orang yang dahulu pernah menyakiti hati dan badan nya beserta para sahabatnya. Allah berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 199 berikut ini:
       
Artinya:
”jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang makruf berpalinglah dari orang-orang yang bodoh” (QS. Al-A’raf: 199).
Memiliki sifat hati lembut tentu tidak mudah, kita harus selalu berusaha dan berlatih membiasakan diri manahan diri ketika hati kita merasa disakiti. Apabila sudah dapat membiasakan untuk tetap berhati lembut kepada orang-orang yang menyakiti kita, insya allah akan mendapatkan manfaat tersendiri dalam kehidupan kita. Di antara manfaat itu adalah:
a.Merasa tenang dalam kehidupan.
b.Mengurangi rasa kebencian orang yang membenci kita.
c.Memperbanyak teman.
d.Disegani orang lain.
e.Selalu mendapat perlindungan Allah SWT.
2.Pengertian berhati lembut
Menunjukkan sifat berhati lemah lembut dan meneladaninya.
Buatlah pernyataan yang menggambarkan sikap, tutur kata, dan tingkah laku lemah lembut masing-masing pernyataan cukup satu kata dan maksimal empat kata. Kemudian isikan ke dalam tabel berikut:

TABEL PERWUJUDAN
SUASANAN HATI LEMAH LEMBUT

No
Suasana Hati Lemah Lembut
Sikap
Tutur Kata
Tingkah Laku
1.
Sopan
Santun
Menyenangkan orang lain
2.
.....................
........................
..............................................................................
3.
.....................
........................
..............................................................................
4.
.....................
........................
..............................................................................
5.
.....................
........................
..............................................................................


B.SETIA KAWAN
1.Pengertian Setia Kawan
Setia kawan adalah rasa senasib dan sepenanggungan dalam suasana senang maupun susah. Setia kawan dapat diwujudkan dalam bentuk perhatian, ucapan, dan tindakan yang dapat mengurangi beban atau masalah orang lain.
Rasulullah SAW mencontohkan kesetiakawanan dalam bentuk lain, simak hadits berikut:





Artinya:
”Orang mukmin yang satu dengan yang lain adalah seperti bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lain” (HR. Muttafaqun Alaih).





Artinya:
”Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta mencintai adalah seperti satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh itu sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain ikut merasakah sakit dengan tidak dapat tidur dan menderita panas” (HR. Bukhari dan Muslim dari Nu’man bin Basyir).

Kandungan Hadits:
Kebersamaan sebagai dasar kesetiakawanan dalam Islam.
Kesetiakawanan dapat menumbuhkan persatuan.
Dengan ikut mengurangi beban derita orang lain sudah termasuk setia kepada orang lain.
Catatan:
Rasulullah SAW mengistilahkan kesetiakawanan dengan beberapa bahasa yang cukup indah dan halus yaitu: ”Kesetiakawanan seperti halnya bangunan yang saling menguatkan persaudaraan dalam Islam seperti tubuh yang saling merasakan derita sakitnya”.
2.Meneladani Sifat Setia Kawan
a.Menyimak contoh setia kawan
Coba perhatikan beberapa kegiatan kelompok masyarakat berikut ini:
1)Kelompok Karang Taruna di Desa Jati Mulya mengadakan kegiatan amal untuk membantu masyarakatyang tertimpa musibah/bencana tanah longsor.
2)Masyarakat bersama-sama membersihkan puing-puing reruntuhan bekas bangunan yang rusak akibat badai topan yang menimpa Desa Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
3)Para dokter dan perawat mengadakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.
4)Kelompok mahasiswa peduli anak jalanan, mengadakan sekolah di rumah-rumah singah guna membantu mereka untuk bisa baca tulis dan berhitung.
5)Ibu-ibu kelompok PKK membuat dapur umum di dekat kawasan bencana banjir, guna melayani masyarakat yang sedang mengungsi.
6)Sahabat Anshar di Madinah menyambut hangat kedatangan para Muhajirin (pendatang) dari Mekkah dengan rasa suka cita. Mereka menyediakan segala yang dibutuhkan, makan minum, tempat tinggal, pengobatan dan hal lain yang dibutuhkan.
A.Menujukkan sifat setia kawan dan meneladaninya
Buatlah pernyataan yang menggambarkan sikap, tutur kata dan tingkah laku setia kawan. Masing-masing pernyataan satu kata dan maksimal empat kata. Kemudian isikan kedalam tabel berikut!

No
Suasana Hati Lemah Lembut
Sikap
Tutur Kata
Tingkah Laku
1.
Prihatin
Menghibur
Memberi bantuan
2.
.....................
........................
..............................................................................
3.
.....................
........................
..............................................................................
4.
.....................
........................
..............................................................................
5.
.....................
........................
..............................................................................

3.Manfaat Setia Kawan
Islam mengajarkan kesetiakawanan bagi umatnya guna memupuk rasa persaudaraan. Perwujudannya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk tindakan, sikap dan tutur kata. Rasa setia kawan dapat dilakukan kepada siapa saja, tanpa pandang pilih dan tidak terbatas pada suasana sedih saja. Setiap saat hendaknya membiasakan mengembangkan rasa setia kawan. Ini dapat dilakukan baik di rumah dengan anggota keluarga, di lingkungan masyarakat dengan para tetangga di sekolah dengan teman-teman sekolah atau dengan sekolah lain.
C.KERJA KERAS, TEKUN, DAN ULET
1.Pengertian kerja keras, tekun, dan ulet
Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa meneladani sifat Rasulullah SAW, baik dalam urusan ubudiah maupun dalam urusan muamalah. Selain urusan ubudiah, beliau juga memberikan keteladanan dalam masalah muamalah atau keduniaan. Di antara sifat beliau yang perlu kita teladani dalam urusan keduniaan adalah kerja keras, tekun, dan ulet.
Bekerja keras adalah bekerja dengan gigih dan sungguh-sungguh tekun berarti juga rajin, giat dan sungguh-sungguh. Begitupun ulet berarti tidak mudah putus asa, yang disertai dengan kemauan keras dalam berusaha untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Pekerjaan sesulit apapun apabila dilakukan dengan kegigihan, kemauan keras, sungguh-sungguh, dan tidak mudah putus asa, insya Allah akan dapat dilaksanakan dengan baik. Bekerja adalah merupakan kewajiban dan bernilai ibadah bila didasari pada niat yang ikhlas. Baca dan fahamilah firman Allah SWT di bawah ini.


                 



Artinya:
Dan Katakanlah, ”Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kami akan dikembalikan kepada (Allah) yang Maha Mengetahui yang ghoib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. At-Taubah:105).
Ayat di atas memberikan dorongan kepada kita untuk berusaha dengan keras, karena semua usaha kita akan diperhitungkan oleh Allah SWT. Orang Islam di larang bermalas-malasan, berpangku tangan dan menunggu keajaiban datang menghampirinya begitu pula dalam hal belajar. Pepatah Arab dikatakan sebagai berikut:


Artinya:
Barang siapa bersungguh-sungguh ia akan berhasil

               

Artinya:
”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi, dan carilah karunia Allah (Q.S. Al-Junnah:10).

Perhatikan pula Sabda Rasulullah SAW berikut ini.





Artinya:
Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besuk pagi (H.R. Ibnu ’Asahir).
Bekerja keras, tekun dan ulet merupakan kunci keberhasilan diri seseorang. Apabila ketiga sifat ini sudah kita miliki, kita akan memperoleh keuntungan atau manfaatnya.
2.Manfaat memiliki sifat-sifat itu adalah
a.Kita akan bekerja dengan penuh keyakinan.
b.Kita akan memperoleh hasil yang memuaskan.
c.Pekerjaan kita dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
d.Pintu keberhasilan menanti kita.
Kita harus selalu mengingat bahwa Allah tidak mengubah nasib seseorang tanpa diiringi usaha dari orang itu sendiri. Baca dan fahami firman Allah berikut ini.


                                      

Artinya:
Allah tidak akan mengubah/keadaan suatu kaum sehingga mereka berubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Q.S. Ar-Ra’du:11).



3.Memahami contoh sikap kerja keras, tekun, dan ulet
a.Menyimak sikap kerja keras, tekun, dan ulet
Coba perhatikan kisah pembuat tempe berikut ini.

KISAH PEMBUAT TEMPE

Pak Harjo merintis usaha selama lima (5) tahun. Beliau bersama keluarga merintis usaha pembuatan tempe, dari modal awal hanya 10 Kg kedelai. Sekarang setiap hari sudah mampu membuat tempe dengan bahan kedelai 4 Kw.
Bagi keluarga Pak Harjo, membuat tempe merupakan satu-satunya usaha yang dapat mereka lakukan. Ia sadar bahwa merintis usaha tidaklah mudah. Banyak hambatan yang dirasakan, terutama permodalan dan pemasaran. Namun, berkat ketekunan, keuletan, dan kesabarannya akhirnya Pak Harjo dapat merasakan hasilnya antara lain dua anaknya sekarang sudah dapat menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran dan anak yang ketiga masih belajar di Pondok Gontor, Jawa Timur.
Dan yang menggembirakan lagi adalah tahun ini Pak Harjo beserta istrinya merencanakan Ibadah Haji.


D.SABAR
Manusia adalah makhluk yang lemak sering kali kita jumpai orang-orang yang mendapat cobaan, mereka cepat mengeluh dan putus asa dalam menghadapi semua itu, diperlukan sifat sabar.
Sabar berarti tahan menghadapi cobaan, tidak lekas marah dan tidak lekas putus asa. Sabar dapat diartikan dengan tabah menghadapi penderitaan atau cobaan dan berteguh hati, sungguh-sungguh tidak tergesa-gesa dan tidak terburu nafsu.
Orang yang sabar adalah orang yang tahan menderita menghadapi berbagai cobaan. Dalam menghadapi cobaan hatinya tetap teguh dan tetap berusaha mencari jalan keluar dari kesulitan itu sehingga tampak tenang jiwanya ketika menghadapi berbagai masalah. Misalnya, banyaknya kebutuhan hidup, biaya sekolah dan sulitnya mencari pekerjaan. Ini berkaitan dengan matei. Belum lagi yang berhubungan dengan kenakalan remaja atau kerusakan moral karena terpengaruh adanya era globalisasi.
Menurut sebagian ulama, sabar dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sabar ’ala ta’ah, sabar ’ala ma’siyah dan sabar ’ala musibah.
1.Sabar ’ala ta’ah adalah sabar dalam menjalankan segala perintah Allah SWT, misalnya shalat, puasa dan haji.
2.Sabar ’ala ma’siyah adalah sabar dan atabah meninggalkan segala larangan Allah SWT, misalnya meninggalkan perjudian, penipuan, aniaya.
3.Sabar ’ala musibah adalah sabar dan tabah ketika menghadapi musibah atau cobaan yang menimpa dirinya, misalnya kehilangan harta, dikurangi rezekinya, dan mendapat kecelakaan. Baca dan fahami firman Allah berikut ini.
                                   

Artinya:
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”. Mereka itulah orang-orang yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (Q.S. Al-Baqarah: 155-157).
Sifat sabar sangat besar manfaat dan peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Peranan sabar dalam kehidupan adalah sebagai berikut:
1)Sabar dapat menimbulkan ketabahan dan ketenangan jiwa.
2)Kesabaran dapat menyelesaikan segala urusan atau pekerjaan.
3)Kesabaran dapat menghilangkan prasangka yang tidak baik.
4)Sabar dapat menimbulkan perasaan optimis dalam mengatasi kesulitan.
5)Orang yang sabar akan dikasihi dan ditolong oleh Allah SWT.
Baca dan fahami firman Allah SWT berikut ini.


          
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kami dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung (Q.S. Ali Imran: 200).


           
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Q.S. Al-Baqarah:153).
Nabi Muhammad SAW bersabda:


Artinya:
Sabar itu setengah dari iman (H.R. Baihaqi).
E.TAWAKAL
Tawakal adalah berserah diri kepada Allah SWT, artinya setelah manusia itu sabar menghadapi segala tantangan dan rintangan, harus tetap berikhtiar atau berusaha dan berdo’a. Berhasil tidaknya usaha itu hendaknya harus diserahkan kepada Allah SWT, karena hanya Allah yang menentukan berhasil tidaknya usaha manusia. Adapun perintah tawakal dalam Al-Qur’an selalu didahului dengan kalimat-kalimat yang menunjukkan keharusan berusaha.
Dengan ikhtiar, berdo’a, dan berusaha setiap muslim senantiasa akan bersyukur kepada Allah SWT apabila berhasil apa yang diusahakannya. Sebaliknya dia akan tabah dan sabar serta tidak akan putus asa apabila belum berhasil. Kita hendaknya menerima takdir dengan penuh kerelaan, karena hanya Allah SWT yang menentukan segala sesuatu. Baca dan fahami firman Allah SWT berikut ini.

       
Artinya:
Dan hanyalah kepada Allah hendaknya kamu bertawaqal jika kamu benar-benar orang yang beriman (Q.S. Al-Maidah:23).
Biasanya orang yang sering kali mengalami kegagalan dan kekecewaan akan kecil hati, murung, pesimis, stres, dan tidak percaya kepada dirinya sendiri. Akhirnya putus asa, bahkan sering kali orang akan nekat bunuh diri. Akan tetapi orang yang beriman kepada takdir Allah SWT, semuanya itu merupakan cobaan yang pasti ada hikmah bagi dirinya.
Sifat tawakal kepada Allah SWT akan mempunyai dampak positif dalam kehidupan, antara lain:
1.Berikhtiar merupakan kewajiban bagi setiap orang.
2.Selalu berserah diri kepada Allah SWT dalam segala usahanya.
3.Selalu bersyukur kepada Allah SWT dalam segala usaha yang berhasil.
4.Penuh ketabahan, kesabaran, dan kerelaan serta tidak mudah putus asa apabila usahanya tidak berhasil.
F.TELITI
Teliti dapat diatikan dengan cermat dan hati-hati. Teliti termasuk sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim karena sifat tersebut dapat mengantarkan seseorang untuk mencapai cita-citanya. Orang yang dalam kehidupannya dapat melaksanakan pekerjaannya dengan cermat dan teliti, kemungkinan terhindar dari kesalahan.
Dalam ajaran Islam, cermat dan teliti akan menghasilkan banyak keuntungan sebagaimana pepatah rab yang berbunyi:


Artinya : “Teliti dan hati – hati itu akan menghasilkan banyak keuntungan.”
Seseorang yang melakukan suatu pekerjaan harus dengan ketelitian dan kecermatan. Hal ini akan berakibat baik pada pekerjaan yang kita lakukan karena mendapat hasil yang optimal. Setelah kita berusaha semaksimal mungkin maka usaha yang terakhir adalah berdoa dan tawakkal kepada Allah SWT. Karena hanya Allah yang menentukan segalanya. Sehubungan dengan ketelitian Rasulullah bersabda :


Artinya : Sesungguhnya Allha SWT cinta kepada salah seorang diantara kamu apabila ia mengerjakan sesuatu dengan teliti dan hati-hati. (HR Baihaqi)
G.TAWADHU’.
Tawadhu’ artinya rendah hati. Secara istilah tawadhu’ adalah sikap merendahkan hati, baik di hadapan Allah SWT maupun sesama manusia.             



Artinya :
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan (Al-Furqan 63).
Berdasarkan ayat diatas, Allah SWT memerintahkan untuk merendahkan hati terhadap sesama dengan cara mengucapkan kata-kata yang baik dan lemah lembut.
H.TAAT
Taat adalah senantiasa patuh dan tunduk. Secara istilah taat adalah tunduk dan patuh baik terhadap perintah allah , Rasul maupun pemimpin ( ulil amri)
Firman Allah SWT:
                              
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (An Nisa 59).
Brdasarkan ayat tersebut bahwa perintah taat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1.Taat kepada Allah
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ali Imran 32.
            
Artinya :
Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
2.Taat kepada Rasul
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At Taghabun 12.
            
Artinya :
Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
3.Taat kepada ulil amri (pemimpin)
Sesuai dengan sabda Nabi :



Artinya :
Wajib bagi seorang muslim mendengarkan dan taat sesuai dengan yang ia sukai.dan pabila diperintahkan untuk menjalankan maksiat jangan mendengarkan dan jangan taati (HR Muslim).
I.QANAAH
Menurut bahasa qana’ah bermakna merasa cukup. Sedangkan secara istilah, qana’ah berarti merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT. kepada seseorang.
Orang yang tidak bisa qana’ah yaitu orang yang selalu merasa kurang atas apa yang dimilikinya. Orang tersebut biasanya sering juga disebut dengan orang yang rakus, karena ketika dia sudah mempunyai sesuatu, ia masih ingin sesuatu yang sama dalam jumlah lebih. Orang ini biasanya tidak lagi melihat apakah usaha yang dilakukan itu untuk mendapatkan sesuatu tadi halal atau haram. Jadi, kita harus bisa membedakan antara orang yang tamak dengan orang yang selalu berusaha dengan jalan halal.
Sifat qana’ah yang dimiliki oleh seseorang muslim, akan dapat menimbulkan rasa tenang dan tentram dalam hatinya. Sebab apapun yang dimiliki orang lain walaupun berlebih tidak akan berpengaruh pada kehidupannya. Dia tidak akan iri dan dengki terhadap hal tersebut. Karena dia sangat yakin bahwa rezeki seseorang yang menentukan adalah Allah SWT. Bukankah kemuliaan seseorang itu tidak diukur dari harta yang dimiliki? Akan tetapi dari ketakwaannya kepada Allah SWT. Apalagi jika seseorang itu selalu bersyukur maka Allah SWT. akan menambah rezekinya.
Banyak orang yang memiliki harta melimpah justru sering merasa miskin dan selalu kurang. Hal ini mengakibatkan adanya sikap tamak dan rakus terhadap harta tersebut, serta tidak merasa bersyukur. Mereka berpendapat bahwa apa yang didapatnya itu adalah murni dari hasil kerja kerasnya tanpa campur tangan Allah SWT.
Sifat qana’ah bukan berarti mematikan semangat berusaha seseorang. Sebaliknya dengan sifat qana’ah manusia semakin percaya diri akan kemampuannya. Segala hal yang dilakukannya akhirnya diukur dengan kemampuan diri sendiri. Di samping harus selalu yakin akan adanya pertolongan Allah SWT.
Sifat qana’ah tidak langsung ada pada diri seseorang. Sifat ini bisa dibangun melalui latihan atau membiasakan diri untuk selalu qana’ah pada apa yang didapatnya dan meyakini bahwa sikap tersebut benar adanya dalam kehidupan seseorang sehingga dapat menimbulkan rasa tenang dan tentram. Dalam menyikapi hidup pun tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Sebab apa yang dimiliki di dunia ini tidak akan dibawa ke akhirat kelak.
Untuk mengetahui cara berqana’ah yang benar adalah dengan memaksimalkan kemampuan diri sendiri disertai usaha yang keras. Apapun hasilnya, sesuai dengan harapan atau tidak, harus kita terima sebagai hal yang terbaik menurut Allah SWT. pada diri kita. Sebab kita sering tidak mengetahui apa dibalik suatu peristiwa. Jika gagal, kita harus sabar dan jika berhasil kita wajib bersyukur


LEMBAR KEGIATAN SISWA

B.Jawablah beberapa pertanyaan berikut secara singkat berdasarkan contoh setia kawan di atas!

1.Apa kira-kira tujuan kelompok Karang Taruna membantu masyarakat yang tertimpa bencana?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
2.Apa pendapatmu terhadap kelompok masyarakat, yang membantu membersihkan lingkungan?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3.Untuk apa dokter memberikan layanan gratis kepada masyarakat miskin?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
4.Apa yang mendasari kelompok mahasiswa mengasuh anak-anak jalanan?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5.Apa pendapatmu terhadap usaha ibu-ibu PKK membuat layanan dapur umum?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
6.Mengapa orang-orang Anskar di Madinnah mau membantu orang-orang Muhajirin dari Mekkah?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

LEMBAR TUGAS SISWA
(LTS)

A.Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat dan jelas!
1.Bagaimana sikapmu apabila teman berbuat yang menyakiti hatimu?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
2.Bagaimanakah sikapmu apabila menghadapi musibah, ujian, dan godaan dalam hidup?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3.Diskusikan dengan teman-temanmu, bagaimana langkah atau sikapmu untuk mencapai cita-cita?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
b.Memahami kerja keras, tekun, dan ulet

B. jawablah beberapa pertanyaan berikut secara singkat berdasarkan contoh cerita Pak Haji seorang pembuat tempe!
1)Apa yang menjadikan keluarga Pak Harjo berhasil mengelola usahanya?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................
2)Apakah Pak Harjo dalam cerita di atas termasuk orang yang memiliki sifat ulet, tekun, dan kerja keras dalam mengelolah usahanya? Apa buktinya, sebutkan!
..............................................................................................................................................................................................................................................................................
3)Apa pendapatmu agar bisa meraih sukses! Jelaskan!
................................................................................................................................................................................................................................................................................
B.Topik Kegiatan
1.Lakukanlah pengamatan terhadap salah satu siswa atau guru untuk dijadikan contoh tentang sikap berhati lembut dan setia!
Format Laporan:
No
Bentuk sikap yang diamati
Nama Siswa/Guru
Kelompok
Keterangan
















2.Lakukanlah pengamatan terhadap siswa atau guru yang dapat dijadikan contoh etos kerja yang tinggi.
Format Laporan:
No
Bentuk sikap yang diamati
Nama Siswa/Guru
Kelompok
Keterangan












3.Lakukan pengamatan terhadap siswa atau guru yang dapat dijadikan contoh sikap tekun dan ulet!
Format Laporan:
No
Bentuk sikap yang diamati
Nama Siswa/Guru
Kelompok
Keterangan




















Setelah mempelajari dan membahas topik-topik di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
a.Adakah orang-orang di sekeliling kamu mempunyai sikap berhati lembut dan setia? Kalau ada, apakah yang diperoleh orang tersebut dari sikapnya tersebut?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
b.Orang yang mempunyai etos kerja yang tinggi akan memperoleh kesuksesan, menurut pendapat kamu, bagaimana caranya agar kita mempunyai etos kerja yang tinggi?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
c.Sikap tekun dan ulet akan memperoleh hasil yang memuaskan, sebaliknya orang yang malas dan tidak tekun, apa yang akan diperoleh?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
C.Penilaian Afektif
Berikan pendapatmu dengan membubuhkan tanda cek serta beri pula alasan!
No
Pernyataan
Pernyataan Sikap
Alasan
Setuju
T-Setuju
1.
Taburlah senyum, tuailah sahabat, berlaku kasar menimbulkan permusuhan



2.
Setia kawan hanya diperlukan pada saat orang lain mengalami musibah.



3.
keramahan sepantasnya kita berikan kepada para pejabat atau orang kaya.



4.
Bertutur kata yang menyenangkan akan mengakrabkan hubungan.



5.
Keberhasilan seseorang tergantung usaha keras yang dilakukan.




LATIHAN
Pilihlah Jawaban yang Benar!
1.Budi pekerti yang bagus lagi mulia di sisi Allah SWT disebut ........
a. akhlaqul karimah c. akhlaqus sayyiah
b. akhlaqul mazmumah d. akhlaqul mutmainah
2.Q.S. Ali Imran ayat 129, salah satunya agar manusia senantiasa memaafkan kesalahan orang lain, pernyataan tersebut mencerminkan hati yang ......
a. lembut c. kasar
b. resah d. gelisah
3.Pengertian etos kerja yang baik identik dengan ......
a. semangat kerja yang baik c. cara kerja yang baik
b. waktu kerja yang baik d. suasana kerja yang baik
4.Di bawah ini ciri-ciri orang yang bekerja keras (rajin), kecuali .....
a. berani c. tidak suka berhutang
b. optimis d. gigih dalam mengajukan pinjaman
5.Salah satu perintah untuk memiliki etos kerja yang baik, sebagai mana Allah SWT menyatakan dalam Q.S. Al Insyirah ayat ......
a. 5 c. 7
b. 6 d. 8
6.Menurut Q.S. Al-Junnah ayat 9, apabila seseorang telah selesai menunaikan shalat Jum’at maka ......
a. bertebaran kamu di muka bumi c. ingatlah akan Allah SWT
b. laksanakanlah shalat Jum’at d. beramallah sebanyak-banyaknya
7.Nabi Muhammad SAW mengibaratkan persaudaraan dalam Islam seperti satu bangunan. Pernyataan berikut yang sesuai dengan maksud hadits Nabi di atas adalah ......
a. satu dengan yang lain hendaknya saling membantu
b. jika ada kesulitan ada anjuran untuk membantu
c. kesetiakawanan sosial hendaknya dilakukan dengan sesama muslim
d. saling berebut hanya akan menimbulkan kesulitan.
8.Allah menilai pekerjaan seseorang dilihat dari .....
a. kedudukannya c. penghasilannya
b. tugasnya d. kehalallannya
9.Sikap malas, maunya enak, suka menggantungkan orang lain, termasuk perwujudannya .....
a. akhlaqul karimah c. akhlaqul sayyiah
b. akhlaqul mazmumah d. akhlaqul mutmainah
10.Untuk menambah penghasilan dengan jalan membelu noor togel (judi), hukumnya ....
a. mubah c. haram
b. sunnah d. jaiz
Jawablah pertanyaan ini !
1.Apa yang di maksud Berhati lembut?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
2.Apa yang di maksud setia?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
3.Apa yang di maksud kerja keras?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
4.Apa yang di maksud tekun?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
5.Apa yang di maksud ulet?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
6.Apa yang di maksud sabar?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
7.Apa yang di maksud tawakkal?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
8.Apa yang di maksud tawadhu’ ?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
9.Apa yang di maksud taat?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
10.Apa yang di maksud qanaah?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
11.Apa yang di maksud teliti?
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................




***%%%****




VII. DAFTAR PUSTAKA
1.Ahmad Syarifuddin. Mendidik anak membaca, menulis dan mencintai Al-Qur’an Jakarta: Gema Insani. 2004
2.Multahim dkk. Agama Islam penuntun akhlaq. Jakarta:Yudistira. 2007
3.Masrun & Ahmadi wahid. Pendidikan Agama Islam untuk SMP. Jakarta : Ganeca exact: 2007
4.Tim Agama Islam IAIN Sunan Kalijaga, Islam Agamaku. Cempaka putih. Jogyakarta : 2002
5.Edi Purwanto & Siti Safuroh. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Piranti Darma kalokatama : 2006.




PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
“IMAN KEPADA MALAIKAT ALLAH SWT”


WAKTU : 2 JP
KELAS : VII (TUJUH)
SEMESTER : GENAP
PENULIS : M. Mukhlis Fahruddin, S.Pd.I, M.S.I





NAMA SISWA : ……………………….
KELAS :…………………………
NO ABSEN :………………………...






SMP LABORATORIUM
UPSL UNIVERSITAS NEGERI MALANG
EDISI 1 CETAKAN KE VI TAHUN 2008
KATA PENGANTAR

Bismillahir Rohmanir Rohim.
Alhamdulillahi Robbil Alamin.
Puji syukur kehadirat Allah Azza wa jalla yang telah memberikan rahmat, hidayah, maunah serta maghfirah-Nya sehingga kita bisa hidup berlandaskan iman dan Islam serta ihsan, Shalawat - salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga serta kita sebagai generasi penerusnya hingga akhir zaman.
Penerbitan modul ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan siswa kepada Allah SWT serta membantu siswa dalam memahami ajaran agama Islam melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan dan pengamalan dalam kehidupan agar mampu menjadi muslim kaffah, yaitu muslim yang beriman dan berakhlak mulia dalam menjalani kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Akhirul kalam, tidak sesuatu yang sempurna kecuali Sang Pemilik Kesempurnaan itu sendiri, maka dari itu kritik dan saran selalu penulis harapkan untuk kebaikan modul ini. Semoga Allah SWT meridhai niat dan ijtihad kita dalam upaya mewujudkan insan kamil.
Wa billahi Taufiq wal Hidayah.
Wallahu A’lam bis Shawaf.





Malang, Februari 2008



Penulis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar